Pengembangan Industri Manufaktur Perumahan

Sistem bangunan pracetak untuk rumah tapak berkembang sejak proses rehabilitasi dan rekonstruksi bencana tsunami Aceh 2004. Sistem ini sangat cocok untuk kondisi tersebut, karena dapat dibangun dengan cepat, kualitas yang terjamin dan ekonomis. Banyak lembaga swadaya yang membantu rehabilitasi dan rekonstruksi saat itu menggunakan sistem pracetak untuk rumah tinggal.
Pada pembangunan rumah tapak umum, sistem ini relatif baru mulai mendapat pasar yang signifikan, seiring dengan semakin sulitnya mendapat kualitas dan waktu pengerjaan yang tepat pada rumah tapak yang dibangun dengan cara konvensional. Sistem ini sudah diterapkan dari rumah sederhana tipe 36, sampai pada rumah tinggal bertingkat.
Pasar rumah tapak adalah pasar yang unlimited , sehingga pendekatan industri manufaktur adalah sangat cocok. Penyedia rumah tapak didominasi secara swadaya masyarakat dibandingkan penyedia formal (pengembang dan pemerintah). Jadi harus dilakukan usaha sosialisasi yang “smart” ke publik serta pembentukan jaringan pemasaran, produksi dan pembiayaan yang mampu melayani kebutuhan publik dengan baik.
Pemerintah kabinet kerja 2015-2019 mempunyai program percepatan pembangunan perumahan yang dikenal sebagai program ‘sejuta rumah’. Untuk mendukung program tersebut, industri pracetak dan prategang yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I) berinisiatif untuk mengembangkan produk beserta jaringan produksi, pengiriman dan pemasangan.
Produk yang dikembangkan sudah diuji tahan gempa di Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman sesuai dengan SNI Gempa terbaru (2012), serta dikembangkan dalam berbagai variasi untuk menyesuaikan segmen pasar yang ada. Ada 4 variasi paket produk, yaitu Paket Hemat, Paket Cepat, Paket Cantik, dan Paket Hijau. Paket Cepat ditujukan untuk segmen perumahan yang dibiayai negara yang membutuhkan delivery yang cepat. Paket Cantik ditujukan pada segmen masyarakat berpenghasilan menengah ke atas. Paket Hijau ditujukan bagi segmen yang banyak menggunakan pengkodisian udara selama masa pemakaian.
Pada kesempatan Concrete Show of South East Asia 2015 ini, AP3I akan melakukan launching produk pracetak prategang untuk mendukung program percepatan sejuta rumah, agar segera dapat diterapkan oleh seluruh pemangku kepentingan dan penentu kebijakan di Indonesia.