Sosialisasi dan Pameran “Aplikasi SNI Pracetak dan Prategang Pada Bangunan Gedung”

Industri konstruksi pracetak dan prategang adalah industri yang menawarkan pembangunan yang berkualitas baik, pelaksanaan yang cepat, ekonomis dan memenuhi kaidah pembangunan berkelanjutan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dari sejak awal mendukung perkembangan industri ini dari mulai penelitian dan pengembangan, regulasi dan standardisasi, penerapan, pembinaan sumber daya manusia dan investasi, serta juga sosialiasi,promosi dan pendampingan. Di bidang bangunan gedung, sampai saat ini Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman Kemen PU dan Pera telah meneliti dan menguji 62 inovasi sistem pracetak yang sebagian besar merupakan hasil karya industri konstruksi nasional dan diterapkan pada pembangunan 571 blok (55.838 unit) rusuna di seluruh Indonesia. Kehandalan tahan gempa rusuna dengan sistem pracetak juga telah teruji pada beberapa gempa kuat aktual yang terjadi di Yogyakarta (2006), Sumatera Barat (2007), Jawa Barat (2009), dan Padang (2009)

Menjelang berlakunya Pasar Tunggal ASEAN 2012 dan Pasar Global 2020, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama Badan Standar Nasional Indonesia telah menyiapkan berbagai standar untuk pelaku konstruksi. Pada tahun 2012, telah dikeluarkan 3 SNI khusus untuk industri pracetak dan prategang untuk bangunan gedung, bersamaan dengan dikeluarkannya peraturan gempa Indonesia yang baru. Keempat standar ini dikeluarkan secara bersamaan agar masyararakat mendapatkan alternatif konstruksi yang ekonomis, karena jika dibangun secara konvensional, konstruksi akan mengalami kenaikan biaya dan tingkat kerumitan pelaksanaan yang signifikan.

Pada kesempatan ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama dengan asosiasi profesi Ikatan Ahli Pracetak dan Prategang Indonesia (IAPPI) dan Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I) menyelenggarakan acara Sosialisasi dan Pameran Aplikasi SNI Pracetak dan Prategang pada Bangunan Gedung. Acara ini merupakan sarana berbagi pengalaman selama diterapkannya keempat standar di lapangan selama 2 tahun ini, dan berdiskusi bagaimana agar industri bisa lebih cepat untuk dirasakan manfaatnya bagi masyarakat konstruksi nasional dan internasional. Pada acara ini beberapa narasumber nasional dan bahkan internasional, yaitu pakar pracetak tahan gempa berkinerja tinggi, Profesor Jose Restrepo dari University California at San Diego akan menyampaikan makalah, pameran dan bursa kerja, presentasi produk, dan akan diakhiri dengan talkshow yang dihadiri seluruh wakil pemegang kebijakan dan pemangku kepentingan. Dengan berbagai usaha ini, industri ini diharapkan dapat meningkatkan perannya dalam industri konstruksi nasional, yang pada saat ini masih sekitar 23%, untuk segera menjadi paling sedikit 50%.

Dengan acara ini diharapkan industri konstruksi pracetak dan prategang bersama dengan seluruh masyarakat dapat bekerjasama untuk memanfaatkan potensi masing-masing, agar secara nasional nantinya siap untuk secara aktif memasuki Pasar Tunggal ASEAN 2015 dan Pasar Global 2020