Kesiapan Industri Beton Pracetak dan Prategang dalam Mendukung Pembangunan Nasional

Saat ini semakin berkembang pembangunan gedung bertingkat tinggi dan infrastruktur publik di Indonesia serta beragamnya sistem/metode pelaksanaan pekerjaan konstruksi, sehingga diperlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap tahap pelaksanaan pekerjaan tersebut, agar mutu yang dihasilkan sesuai persyaratan yang ditentukan. Diantara variasi sistem/metode pelaksanaan tersebut masih terdapat sistem/metoda KONVENSIONAL yang sarat dengan penyimpangan mutu dan waktu serta kompleksitas proses pengecoran beton segmen persegmen. Penyimpangan mutu beton tersebut merupakan konsekuensi dari pengecoran beton setempat (in-situ) yang diantarnya disebabkan oleh kelemahan pengawasan, ketidaksesuaian waktu pelaksanaan sekalipun cuaca tidak memungkinkan (penyebab potensial) dan ketidaksesuaian kompetensi tenaga kerja. Agar kejadian semacam itu dapat dihindari, maka pada tanggal 18 Juli 2013 para profesional di bidang bangunan gedung bertingkat dan perusahaan yang telah memproduksi komponen beton precetak dan jasa prategang dan pemerhati telah membentuk wadah organisasi berupa ASOSIASI PERUSAHAAN PRACETAK DAN PRATEGANG INDONESIA yang disingkat AP3I.

Menyimak keynote speech yang disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dalam “The 6th Civil Engineering Conference in Asia Region” (CECAR-6) di Jakarta pada tanggal 20 – 22 Agustus 2013, bahwa hingga tahun 2012 penerapan sistem beton pracetak telah memiliki pangsa pasar sekitar 25% dari total pemakaian konstruksi. Pemerintah berkomitmen untuk mendorong penggunaan sistem beton pracetak dalam industri konstruksi dalam rangka meningkatkan efisiensi industri konstruksi, sehingga industri beton pracetak diharapkan dapat menyokong sedikitnya 50% pangsa pasar konstruksi beton di masa datang.

Produksi beton pracetak Indonesia saat ini telah mampu bersaing di pasar internasional, yaitu diantarnya di Aljazair, Kenya, Timor Leste, dan sekarang ini di Arab Saudi serta Myanmar. Untuk mensosiali-sasikan kesiapan industri beton pracetak dan prategang dalam mendukung Pembangunan Nasional yang efisien, Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum bekerja sama dengan AP3I menyelenggarakan L O K A K A R Y A dengan tema“Kesiapan Industri Beton Pracetak dan Prategang dalam Mendukung Pembangunan Nasional yang Efisien Menyong-song Pasar Tunggal ASEAN 2015 dan Pasar Global 2020” sekaligus Pendeklarasian Pendirian Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I), yang diselenggarakan di Ruang Sapta Taruna Kementerian Pekerjan Umum Jakarta pada tanggal 29 April 2014.

Lokakarya ini dihadiri kurang lebih 200 peserta dari berbagai kalangan serta menghadirkan narasumber dari BAPPENAS, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perindustrian, Lembaga/ Asosiasi, Produsen, Peneliti dan Praktisi. Informasi lengkap kegiatan ini telah dirangkum dalam prosidding dengan tema yang sama yang bisa didapatkan dengan menghubungi Sekretariat AP3I.